Yang dulu

Yang dulu?

Aku yang dulu tidak pernah sungguh berterimakasih pada lembaran2 tisu yang rela menemani nanarku.

aku yang dulu tidak pernah sungguh berterimakasih pada air putih yang sedikit meredakan isakku.

aku yang dulu tidak pernah sungguh berterimakasih pada hujan yang menenangkan malamku.

terimakasih.

dan sungguh terimakasih Tuhan.

CURHAT BUAT SAHABAT

Sahabatku usai tawa ini…ijinkan aku bercerita

Telah jauh…ku mendaki

Sesak udara..diatas puncak khayalan

Jangan sampai kau disana

Telah jauh…ku terjatuh

Pedihnya luka didasar jurang kecewa

Dan kini sampailah aku disini

Yang cuma ingin diam duduk ditempatku

Menanti seorang yang biasa saja

Segelas air ditangannya

Kala kuterbaring sakit

Yang sudi dekap..mendekap tanganku

Mencari teduhnya dalam mataku

Dan berbisik..pandang aku kau tak sendiri oh dewiku

Dan demi Tuhan…hanya itulah..yang itu saja kuinginkan

Telah lama ku menanti…satu malam sunyi

Untuk ku akhiri..dan usai tangis ini aku kan berjanji

Untuk diam…duduk ditempatku menanti seorang yang biasa saja

Segelas air…ditangannya, kala kuterbaring sakit

Menentang malam..tanpa bimbang lagi, demi satu dewi yang lelah bermimpi

Dan berbisik…selamat tidur tak perlu bermimpi bersamaku

Wahai tuhan jangan bilang lagi…

Itu terlalu tinggi………….

Advertisements

I highly appreciate every single comment, thank you so much :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s